Apakah Anda kadang-kadang merinding, mengalami perasaan tergelitik di tulang belakang Anda, detak jantung Anda meningkat, pupil mata Anda melebar, merasa kepanasan, atau bahkan terasa ada benjolan di tenggorokan Anda saat mendengarkan musik?

Nah, menurut sebuah studi di Harvard, Anda mungkin termasuk di antara beberapa orang istimewa jika ini terjadi pada Anda.

Struktur otak Anda berbeda dengan otak kebanyakan orang, yang tidak merasakan perasaan ini saat mendengar lagu favorit mereka.

(Foto : YouTube |Shen Yun)

Menurut mahasiswa PhD Matthew Sachs, reaksi fisiologis yang meningkat tersebut berhubungan dengan “volume serat yang lebih tinggi yang menghubungkan korteks pendengarannya ke area yang terkait dengan pemrosesan emosional, yang berarti kedua area berkomunikasi dengan lebih baik,” seperti yang dilaporkan dalam Academic Oxford.

(Foto : Getty Images | Chad Baker)

Jadi, jika Anda merinding saat mendengarkan musik, Anda mungkin satu atau dua drajat lebih tanggap daripada mereka yang tidak mengalami reaksi semacam itu, setidaknya pada tingkat emosional.

Studi Harvard ditujukan untuk menggunakan informasi tersebut guna membantu memperbaiki mereka yang menderita depresi, dan masalah kesehatan mental, yang menggunakan musik sebagai metode penyembuhan.

Depresi menyebabkan ketidakmampuan untuk mengalami kesenangan dalam hal sehari-hari,” kata Sachs kepada Quartz. “Anda bisa menggunakan musik sebagai terapis untuk mengeksplorasi perasaan.”

(Foto : Getty Images | Goran Minov / EyeEm)

Sebenarnya, sudah lama dipercaya bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyembuhkan jiwa seseorang.

Meskipun beberapa orang tidak memiliki reaksi yang lebih sensitif saat mendengarkan musik, melodi yang dimainkan dengan indah dapat menginspirasi siapa pun, asalkan mereka bersedia tenang dan meresapi semua dalam-dalam.

(Foto : YouTube Screenshot | Shen Yun)

Kearifan kuno ini telah dibawa ke panggung dunia oleh Shen Yun Performing Arts, sebuah perusahaan tarian dan musik Tionghoa yang berbasis di New York, yang mengerti manfaat musik pada seseorang.

“Karakter atau kata bahasa Mandrain untuk ‘obat’ berasal dari kata ‘musik’. Bila Anda menambahkan rumput radikal ke ‘musik,’ Anda mendapatkan kata ‘obat’.

Orang Tiongkok kuno tahu bahwa musik memiliki kekuatan untuk menyembuhkan

(Foto : YouTube Screenshot | Shen Yun)

“Obat modern sekarang telah membuktikan hal ini,” kata komposer Shen Yun Performing Arts Junyi Tan, dalam sebuah video.

Jadi, mengingat hal itu, jangan khawatir jika serat otak Anda tidak cukup padat untuk menimbulkan reaksi tinggi itu, dengarkan musik klasik lagi.

Anda tidak pernah tahu, mungkin Anda akan mulai merasakan manfaat dari “efek Mozart”

(Foto : YouTube Screenshot | Shen Yun)

Tetapi jika Anda adalah salah satu dari “kaum elit” yang lebih sensitif tersebut, nikmati rasa kesemutan atau getaran di atas dan di bawah tulang belakang; entah bagaimana Anda mendapatkannya![erabaru]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here