Ilutrasi

Bagi sebagian orang, ritual buang air besar merupakan ritual yang dianggap biasa saja, bahkan dianggap sebagai rutinitas sehari-hari.

Semua orang pasti sudah tahu, produk dari aktivitas BAB itu apa, adalah tinja atau feses. Menurut wikipedia, feses atau tinja merupakan produk buangan olahan dari saluran pencernaan manusia dan hewan yang dikeluarkan melalui anus atau kloaka. Pada manusia, proses pembuangan kotoran dapat terjadi (bergantung pada individu dan kondisi) antara sekali setiap satu atau dua hari hingga beberapa kali sehari. Pengerasan tinja atau feses dapat menyebabkan meningkatnya waktu dan menurunnya frekuensi buang air besar antara pengeluarannya atau pembuangannya disebut dengan konstipasi atau sembelit. Dan sebaliknya, bila pengerasa tinja atau feses terganggu menyebabkan menurunnya waktu dan meningkatnya frekwensi buang air besar yang disebut dengan diare atau mencret.

Namun pernahkan saat proses buang air besar , kita memperhatikan produk buangan tersebut. Tentunya yang paling diingat ketika proses ini berlangsung adalah baunya yang khas.

Bau khas dari tinja atau feses disebabkan oleh aktivitas bakteri. Bakteri yang menghasilkan senyawa seperti Indole, Skatole dan Thiol (senyawa yang mengandung belerang) dan juga gas yang bernama Hidrogen Sulfida. Disamping bakteri yang berkembang, apa yang kita makan seperti asupan makanan yang berupa rempah-rempah bisa menambah bau khas feses atau tinja.

Dalam dunia kedokteran pemeriksaan feses atau tinja merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium yang dikenal bisa membantu klinisi menentukan diagnosis suatu penyakit. Sebab feses adalah salah satu parameter yang digunakan untuk membantu dalam penegakan suatu penyakit serta menyelidiki suatu penyakit secara mendalam. Feses merupakan spesimen yang penting untuk mendiagnosis adanya kelainan pada system Traktus Gastrointestinal seperti diare, infeksi parasit, pendarahan gastrointestinal, ulkus peptikum, karsinoma dan sindroma malabsorbsi.

Sebuah Universitas di Inggris, Bristol Stool Chart membuat sebuah tabel yang bisa menunjukan ukuran terpadat atau tercair feses,

Penjelasannya sebagai berikut :

  1. Model tinja 1

Tinja ini mempunyai ciri berbentuk bulat-bulat kecil seperti kacang, sangat keras dan sangat sulit untuk dikeluarkan. Biasanya tinja berbentuk seperti ini adalah tinja penderita konstipasi kronis

2. Model tinja 2

Tinja ini mempunyai ciri berbentuk seperti sosis dengan permukaannya yang menonjol nonjol tidak rata dan terlihat seperti akan terbelah berkeping-keping. Biasanya tinja seperti ini bisa menyebabkan penyumbatan saluran kakus atau WC, dapat menyebabkan ambeien. Tinja dengan model seperti ini merupakan tinja dari seseorang yang menderita konstipasi yang mendekati kronis.

3. Model tinja 3

Tinja seperti ini merupakan tinja penderita konstipasi ringan, karena bentuknya mirip sosis dengan permukaan yang kurang rata dengan adanya sedikit retakan.

4. Model tinja 4

Tinja ini mempunyai ciri berbentuk seperti ular atau sosis. Tinja seperti ini menunjukan penderita menderita gejala awal konstipasi.

6. Model tinja 5

Tinja mempunyai ciri berbentuk bulatan-bulatan yang lembut, permukaannya halus dan cukup mudah untuk dikeluarkan. hal ini menandakan bahwa seseorang tersebut saluran pencernaannya atau ususnya dalam keadaan sehat.

7. Model tinja 6

Karakteristik tinja model 6 adalah ciri permukaannya sangat halus, mudah mencari dan biasanya sangat mudah untuk dikeluarkan. Tinja dengan karakter seperti ini merupakan indikasi seseorang menderita diare

8. Model tinja 7

Karakteristik tinja model 7 sama dengan model 6, namun bentuknya sudah sangat cair bahkan tidak terlihat adanya bagian yang padat. Hal ini menunjukan bahwa seseorang menderita diare yang kronis.

Selain bau yang khas dan berbagai bentuk yang “unik” dari feses atau tinja, ada satu hal lagi yang khas dari produk buangan saluran pencernaan manusia yaitu warnanya yang kerap berubah-ubah.

Pada umumnya feses atau tinja berwarna kuning kecoklatan, akan tetapi pada kondisi tertentu feses atau tinja bisa berwarna hitam atau berwarna lainnya.

Makanan yang telah dikonsumsi akan diolah di dalam tubuh, dikeluarkan dalam bentuk tinja atau feses dengan warna normal, yaitu kuning kecoklatan. Akan tetapi bagaimana jika yang keluar ternyata tinja berwarna hitam. Jika tinja berwarna hitam maka ini berarti di dalam feses atau tinja terdapat darah. Feses yang bercampur darah tersebut akan tampak hitam, darah dalam feses bisa berasal dari bagian saluran pencernaan.

Ada beberapa ulasan yang bisa menyebabkan feses berwarna tidak normal atau hitam, adalah :

1.Peptic Ulcer

Peptic ulcer adalah bahasa kedokteran dari bisul perut atau tukak lambung. Merupakan luka terbuka yang terdapat di lapisan kerongkongan, usus kecil maupun perut. Tukak lambung ini dapat disebabkan oleh bakteri Helicobacter Pylori. Selain itu penyebab lain tukak lambung diantaranya adalah penggunaan obat anti nyeri yang berlebihan, alkohol dan juga kebiasaan merokok. Hal-hal tersebut bisa menyebabkan tukak lambung yang bermasalah semakin buruk kondisinya.

2.Gastritis

Gastritis ataupun radang perut adalah kondisi dimana adanya peradangan dalam selaput perut, Gastritis secara umum disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, obat tertentu, infeksi bakteri juga kebiasaan merokok. Jika kondisi seseorang sudah di diagnosa menderita Gastritis alangkah baiknya berkonsultasi pada dokter terdekat perihal terapi penyembuhannya. Walaupun ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa gangguan tukak lambung bisa di redakan dengan pemberian obat-obatan yang mengurangi asam lambung, akan lebih baik jika menghubungi dokter terdekat untuk berkonsultasi dahulu. Gastritis tidak hanya menyebabkan feses atau tinja berwarna hitam namun bisa juga menyebabkan rasa mual, hilang selera makan dan bahkan muntah darah.

3.Air mata Mallory-Weiss

Ini bukan tentang airmata yang keluar dari kedua mata, namun airmata yang dihasilkan oleh mukosa, daerah yang bernama Esophagus yang memenuhi perut. Walaupun kondisi seperti ini jarang ditemui namun bukan berarti harus diabaikan. Kondisi seperti ini disebabkan oleh batuk yang berlebihan dengan tenaga yang kuat ataupun muntah serta dibarengi dengan kejang-kejang. Penderita airmata Mallory-Weiss bisa mengalami muntah darah. Penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya sekitar 10 harian kedepan, namun jika dalam 10 hari belum juga menunjukan peningkatan kondisi maka penyembuhannya akan dibantu dengan memberikan transfusi darah sebagai pengganti darah yang hilang.

Selain feses atau tinja yang berwarna hitam, warna lainnya juga memberikan alarm tersendiri tentang kondisi tubuh manusia.

Seperti dikutip dari Mayoclinic, ada beberapa kondisi yang bisa dicermati berdasarkan warna pada feses atau tinja.

1.Tinja berwarna Hijau, tandanya makanan yang dikonsumsi terlalu cepat masuk ke dalam pencernaan dan prosesnya belum sempurnan. Kondisi ini bila di biarkan berlarut-larut bisa menimbulkan diare. Selain itu, feses atau tinja yang berwarna hijau bisa merupakan indikator dari beberapa jenis infeksi bakteri, karena peradangan pada usus juga menyebabkan waktu transit kotoran menjadi singkat. Feses yang berwarna hijau bisa juga disebabkan karena gaya hidup seseorang yang seorang vegan atau vegetarian, karena zat klorofil yang terkandung dalam daun tidak dapat tercerna dan akan ikut terbawa bersama kotoran

2.Tinja berwarna putih atau pucat, tandanya empedu mengalami kekurangan cairan penting. Kondisi ini bisa sangat berbahaya apabila selama berhari-hari warna feses tidak berubah. Dan pemeriksaan kondisi empedu harus segera dilakukan untuk mengetahui masalah dalam empedu.

Namun ada kemungkinan lain yang menyebabkan hal ini terjadi, pada beberapa kasus medis ada sebagian obat yang dapat menyebabkan warna tinja berwarna putih atau pucat.

3.Tinja berwarna kuning, bila saat buang air besar feses atau tinja berwarna kuning dengan bau yang tidak sedap, itu tandanya tubuh sedang kelebihan asupan lemak. Disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan berlemak. Dan bisa saja kondisi ini terjadi apabila kita terlalu berlebihan mengkonsumsi asupan protein.

4.Tinja berwarna kemerahan, hal ini disebabkan karena adanya pendarahan dalam organ perut bagian bawah, bisa saja di saluran kencing atau karena ambeien. Penyebab lainnya karena terlalu banyak mengkonsumsi makanan berwarna merah seperti buah bit, buah naga merah, jus tomat, sup merah dan lain sebagaiannya. Untuk memastikan penyebabnya disarankan untuk menemui dokter terdekat apabila selama 2-3 hari berturut-turut tinja masih berwarna kemerahan.

Saat proses buang air besar, feses atau tinja dikeluarkan melalui anus dengan kandungan rata-rata 75 % air dan 25% material padat, tetapi presentase ini bervariasi pada setiap individu dan berapa lama feses tersebut mengendap dalam tubuh. Feses dapat mengandung bakteri yang telah mati (yang membantu pada saat pencernaan), serat (yang tidak dapat dicerna secara sempurna), protein, garam, lemak dan substansi yang dikeluarkan dari hati dan usus.

Rata-rata manusia dewasa menghasilkan 100 hingga 250 gram dari hasil pencernaan harian secara normal dengan konsumsi makanan berat satu hingga dua mangkuk nasi dalam sehari. Umur, jenis makanan, kebiasaan buang air besar, frekuensi buang air besar secara alami akan merefleksikan tingkat kesehatan tubuh seseorang.

Berikut ada tabel yang bisa dipergunakan untuk menilai seberapa sehat kondisi tubuh seseorang, dilihat dari bentuk feses atau tinjanya. Silahkan dijawab dan dihitung poin dari pertanyaan-pertanyaan di bawah ini :

1.Apakah mengambang ? (Ya : 1 poin, tenggelam : 2 poin)

2.Seberapa keras ? (Seperti pasta gigi : 1 poin, keras : 2 poin)

3.Seberapa berat ? (di atas 200gram : 1 poin, di bawah 200 gram : 2 poin)

4.Seberapa sering ? (1x sehari : 1 poin, tidak setiap hari : 2 poin)

5.Warnanya ? (Kuning : 1 poin, coklat gelap : 2 poin)

6.Berbau ? (tidak terlalu bau : 1 poin, menyengat : 2 poin)

Jika total poinnya :

1.7-9 poin : kondisi tubuh cukup sehat

2.10-12 poin : lebih memperhatikan pola makan dan meningkatkan asupan makanan yang berserat tinggi

3.13-14 poin : Waspada, jika berlangsung terus menerus sebaiknya konsultasi ke dokter.

Semoga beberapa ulasan di atas bisa membuat kita untuk tidak malu lagi melirik dan memperhatikan feses atau tinja, ketika sedang buang air besar.[Kompasiana]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here